PANGKALPINANG — Jagat percakapan warga Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, tengah dihebohkan oleh beredarnya sejumlah video yang diduga menampilkan seorang dokter berinisial *DR* bersama seorang kontraktor bernama *Sigit*.
Materi yang disebut-sebut berisi rekaman pribadi tersebut ramai diperbincangkan sejak beberapa hari terakhir dan menyebar melalui berbagai aplikasi percakapan.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan terdapat sekitar sepuluh video, sejumlah foto, serta tangkapan layar percakapan yang diduga memperlihatkan komunikasi pribadi antara kedua sosok tersebut.
Meski file yang sebelumnya dikabarkan tersimpan dalam penyimpanan daring Google Drive disebut telah dihapus, rekaman itu disebut sudah telanjur tersebar luas di kalangan pengguna aplikasi pesan instan.
Sejumlah potongan video yang beredar menunjukkan seorang perempuan yang diduga dokter DR berada di beberapa lokasi berbeda.
Dalam beberapa rekaman, perempuan tersebut tampak berada di dalam kamar, kamar mandi, hingga ruangan yang diduga merupakan ruang kerja.
Salah satu video berdurasi beberapa menit bahkan memperlihatkan perempuan tersebut sedang melakukan panggilan video dengan seseorang.
Rekaman itu disebut diambil dari dalam sebuah ruangan yang diduga merupakan kantor tempatnya bekerja.
Dalam video tersebut, perempuan yang diduga dokter DR tampak mengenakan pakaian formal berupa kemeja putih dipadukan dengan rompi hitam serta kerudung berwarna cokelat muda. Jenis pakaian tersebut diketahui mirip dengan seragam yang lazim dikenakan aparatur sipil negara (ASN) pada hari tertentu.
Selain isi rekaman, dugaan lokasi pengambilan video juga turut menjadi sorotan publik.
Beberapa pihak menduga sebagian video direkam di lingkungan *Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUDH) Pangkalpinang*.
Dugaan ini muncul setelah dalam salah satu video terlihat bagian pintu toilet terbuka yang disebut-sebut berada di area sekitar ruang kerja.
Sementara itu, kontraktor bernama *Sigit* yang namanya turut disebut dalam polemik ini tidak menampik adanya hubungan pribadi dengan dokter DR.
Kepada redaksi Jejaring Media KBO Babel, Sigit mengakui bahwa hubungan tersebut telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir.
“Hubungan saya dengan DR sudah terjalin sejak tahun 2023, seperti orang yang sedang berpacaran,” ujar Sigit saat mendatangi sekretariat KBO Babel pada Jumat (27/2/2026).
Ia bahkan mengklaim bahwa hubungan mereka tidak sekadar sebatas kedekatan pribadi.
Menurutnya, dirinya dan dokter DR telah melangsungkan pernikahan secara siri pada 3 September 2025 di Jakarta.
Namun, pengakuan tersebut memunculkan polemik baru karena diketahui Sigit telah memiliki istri sah. Situasi inilah yang kemudian berujung pada laporan hukum.
Saat ini Sigit dikabarkan telah menjalani pemeriksaan di Polres Pangkalpinang terkait dugaan kasus perzinahan.
Laporan tersebut diajukan oleh istri sahnya yang merasa dirugikan atas hubungan yang terjadi antara suaminya dengan perempuan lain.
Pihak kepolisian disebut masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengklarifikasi berbagai keterangan sekaligus mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Di sisi lain, dokter DR yang namanya disebut-sebut dalam video viral itu belum memberikan keterangan resmi secara langsung kepada publik.
Melalui kuasa hukumnya, ia justru melayangkan somasi kepada redaksi Jejaring KBO Babel dengan menyatakan bahwa perempuan dalam video tersebut bukan dirinya.
Meski demikian, hingga kini upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media kepada yang bersangkutan belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut.
Pihak media juga berusaha menghubungi suami sah dari dokter DR guna meminta klarifikasi terkait persoalan yang kini menjadi perhatian masyarakat.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons yang diberikan.
Kasus ini tidak hanya memicu perbincangan karena dugaan hubungan pribadi antara kedua pihak, tetapi juga karena beredarnya materi yang bersifat pribadi di ruang publik digital.
Penyebaran konten semacam itu dinilai dapat menimbulkan dampak sosial yang luas, terutama jika menyangkut privasi seseorang.
Sejumlah pengamat hukum mengingatkan bahwa penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan pihak terkait dapat berpotensi melanggar hukum, khususnya jika dilakukan melalui media elektronik.
Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang sedang berjalan di Polres Pangkalpinang.
Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas duduk perkara kasus tersebut sekaligus memastikan penanganannya berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

