Kecelakaan Maut Laut Sampur: Luka Belum Sembuh, Ada Dugaan "Amplop" Tutupi Berita
PANGKALPINANG – Sabtu, 1 Agustus 2026 – Bayang-bayang tragedi masih membekas nyeri di perairan Laut Sampur. Namun, alih-alih evaluasi mendalam dan pertanggungjawaban, aktivitas penambang timah di wilayah berizin IUP ini justru terus berjalan. Kini mencuat dugaan serius: upaya menutupi insiden maut—bahkan hingga menggunakan cara "bagi amplop" guna membungkam pemberitaan media.
Sebelumnya, kecelakaan kerja menimpa salah satu pekerja di ponton tambang di lokasi tersebut dan berujung kematian. Kini muncul dugaan bahwa pihak CV Gia—meski tragedi itu terjadi—tetap beroperasi tanpa penjelasan terbuka, dan pertolongan pertama (P3K) saat kejadian pun diduga tidak layak atau tidak diberikan sebagaimana standar keselamatan.
Yang makin memicu kecurigaan publik, beredar isu adanya upaya mendiamkan berita. Sumber melaporkan sosok berinisial AD dari CV Gia disebut membagikan “jatah” kepada kalangan media—dugaan praktik suap atau uang diam-diam agar berita kecelakaan itu tidak disiarkan atau diredam peliputannya di berbagai portal berita online.
“Masih belum ada info jelas status dan kelanjutan nasib korban maupun kasus ini,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.
Publik menuntut langkah tegas: pihak perusahaan harus segera diperiksa terkait standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengecekan alat kerja, serta pemenuhan hak-hak korban dan tanggung jawab hukum—terutama karena aktivitas ini berjalan di wilayah yang masuk IUP resmi timah, bukan lahan sembarangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak CV Gia maupun pemegang izin. Awak media sedang berupaya mengonfirmasi fakta ini ke pihak-pihak terkait, serta menunggu hak jawab, kejelasan nasib keluarga korban, hingga pertanggungjawaban penuh dari pemegang kendali dan izin tambang tersebut agar kasus ini tidak sekadar ‘dibungkam’ dan dibiarkan berlalu tanpa keadilan.(Red)
Tags:
Berita
